Jumat, 24 Desember 2010
kisah cinta burung dan mawar putih
suatu hari burung jatuh cinta pada mawar putih,,,dia pun berusha mengungkapkan perasaanya itu,,,namun mawar putih berkata,,,aku tdk akn pernah bisa mncintaimu,,,,burungpun tidak mnyerah,,,bahkan setiap hari dia dtg untk bertemu dgn mawar putih,,akhrinx mawar putih brkataaku akan mncintai kamu,,jika kau bisa mngubahku mnjadi mawar merah,,,dan akhirnx suatu hari burung dtg kmbali,,dan dia memotong syapnx dan mnebarkan darahnx pada mawar putih,,hingga mawar putih brubah mnjdi mawar merah,,,akhirnx mawar trsebut sadar sberapa besar burung mncintai drinx,,,namun smuanx trlambat karna burung tak akan kmbali lgi ke dunia,,,,jadi hargailah siapapun yg mncintaimu,,sblum dia pergi mninggalkanmu,,,!!!
Jumat, 17 Desember 2010
10 peradaban kota yg hilang
1. Machu Picchu (Peru) : the lost city of Incas
Machu Picchu (Gunung Tua) adalah sebuah lokasi reruntuhan Inca pra-Columbus yang terletak di wilayah pegunungan pada ketinggian sekitar 2.350 m. Machu Picchu berada di atas lembah Urubamba di Peru, sekitar 70 km barat laut Cusco.
Situs ini sempat terlupakan oleh dunia internasional, tetapi tidak oleh masyarakat lokal. Situs ini kembali ditemukan oleh arkeolog dari universitas Yale Hiram Bingham III yang menemukannya pada 1911.
2. Angkor Wat (Kamboja) : the world’s largest religious temple
Angkor adalah sebuah rangkaian lokasi ibu kota Kerajaan Khmer dalam periode lama dari abad ke-9 sampai abad ke-15 Masehi. Puingnya terletak di hutan dan tanah perladangan di utara Danau Besar Tonle Sap, dekat Siem Reap, Kamboja sekarang ini, dan merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO. Kuil-kuil di Angkor Wat, sekarang sebagian besar telah dipugar, merupakan bagian dari contoh arsitektur Khmer.
3. Mesir Kuno adalah suatu peradaban kuno di bagian timur laut Afrika. Peradaban ini terpusat sepanjang pertengahan hingga hilir Sungai Nil yang mencapai kejayaannya pada sekitar abad ke-2 SM, pada masa yang disebut sebagai periode Kerajaan Baru. Daerahnya mencakup wilayah Delta Nil di utara, hingga Jebel Barkal di Katarak Keempat Nil. Pada beberapa zaman tertentu, peradaban Mesir meluas hingga bagian selatan Levant, Gurun Timur, pesisir pantai Laut Merah, Semenajung Sinai, serta Gurun Barat (terpusat pada beberapa oasis).
Peradaban Mesir Kuno berkembang selama kurang lebih tiga setengah abad. Dimulai dengan unifikasi awal kelompok-kelompok yang ada di Lembah Nil sekitar 3150 SM, peradaban ini secara tradisional dianggap berakhir pada sekitar 31 SM, sewaktu Kekaisaran Romawi awal menaklukkan dan menyerap wilayah Mesir Ptolemi sebagai bagian provinsi Romawi. Walaupun hal ini bukanlah pendudukan asing pertama terhadap Mesir, periode kekuasaan Romawi menimbulkan suatu perubahan politik dan agama secara bertahap di Lembah Nil, yang secara efektif menandai berakhirnya perkembangan peradaban independen Mesir.
4. Petra (Yordania) : stones structure carved into rocks
Petra adalah kota yang didirikan dengan memahat dinding-dinding batu di Yordania. Petra berasal dari bahasa Yunani yang berarti ‘batu’. Petra merupakan simbol teknik dan perlindungan.
Kata ini merujuk pada bangunan kotanya yang terbuat dari batu-batu di Wadi Araba, sebuah lembah bercadas di Yordania. Kota ini didirikan dengan menggali dan mengukir cadas setinggi 40 meter.
Petra merupakan ibukota kerajaan Nabatean. Didirikan pada 9 SM-40 M oleh Raja Aretas IV sebagai kota yang sulit untuk ditembus musuh dan aman dari bencana alam seperti badai pasir
5. Palmyra (Syria) : the bride of desert
Palmyra dulunya adalah kota penting di Syria, terletak di daerah oasis 215 km timur laut Damascus. Dahulu dikenal dgn nama Tadmor (bhs Arab). Kota ini dulu terletak dekat sumber mata air panas, Afga, dan merupakan tempat singgah ideal bagi para kelompok pengelana dari Iraq – Al-Sham (skrng Syria, Lebanon, Holy Land, Jordan). Lokasinya yg strategis membuat Palmyra menjadi kerajaan terkenal dan makmur pada jamannya abad 2 SM.
6. Pompeii (Italy) : buried by volcanoPompeii adalah sebuah kota zaman Romawi kuno yang telah menjadi puing dekat kota Napoli dan sekarang berada di wilayah Campania, Italia. Pompeii hancur oleh letusan gunung Vesuvius pada 79 M. Debu letusan gunung Vesuvius menimbun kota Pompeii dengan segala isinya sedalam beberapa kaki menyebabkan kota ini hilang selama 1.600 tahun sebelum ditemukan kembali dengan tidak sengaja. Semenjak itu penggalian kembali kota ini memberikan pemandangan yang luar biasa terinci mengenai kehidupan sebuah kota di puncak kejayaan Kekaisaran Romawi. Saat ini kota Pompeii merupakan salah satu dari Situs Warisan Dunia UNESCO.
7. Palenque (Mexico) : one of Mayan’s most exquisite cities
Palenque adalah kota peninggalan bersejarah suku Maya yg berlokasi di kaki gunung Tumbala, Chiapas, Mexico. Kota bersejarah ini tidak terlalu besar tetapi di dalamnya memiliki bangunan2 dengan arsitektur indah, patung2, ukir2an yg dibuat oleh suku Maya.
8. Vijayanagar (India) : capital of one of the largest Hindu templeKerajaan Vijayanagar adalah sebuah kerajaan India, sejak 1336 dan terletak di Deccan, India Selatan. Kerajaan Vijayanagar ditemukan oleh Harihara (Hakka) dan saudaranya Bukka Raya. Kerajaan ini diberi nama sesuai dengan nama ibukotanya, kini namanya berubah menjadi Hampi di Karnataka, India. Kerajaan ini berdiri mulai thn 1336 dan berakhir pd thn 1660.
9. Ephesus (Turkey) : one of the most important cities of early Christianity
Ephesus (Efes bhs Turkey), kota yg membentang sepanjang 3 km di bagian selatan kota Selcuk, provinsi Izmir, Turkey. Kota ini dulunya merupakan pusat perdagangan dan pusat agama Kristen sampai sekarang. Reruntuhan Ephesus merupakan salah satu obyek wisata favorit di Turkey.
10. Sanchi (India) : the best preserved group of Buddhist monuments
Sanchi merupakan komplek monument yg menandakan jaman keemasan Budha di masa Kerajaan Ashoka. Kalau jaman sekarang Sanchi sama dengan stupa, kuil, atau tempat kediaman para biksu. Monumen Sanchi berawal dr abad 3 SM sampai abad 12. Yang paling terkenal dr Sanchi adalah Stupa 1, yg dibangun oleh Raja Mauryan. Monumen ini berisi ukir2an yg bercerita ttg sejarah agama Budha.
Machu Picchu (Gunung Tua) adalah sebuah lokasi reruntuhan Inca pra-Columbus yang terletak di wilayah pegunungan pada ketinggian sekitar 2.350 m. Machu Picchu berada di atas lembah Urubamba di Peru, sekitar 70 km barat laut Cusco.
Machu Picchu (Peru) : the lost city of Incas
Angkor Wat (Kamboja) : the world’s largest religious temple
Angkor adalah sebuah rangkaian lokasi ibu kota Kerajaan Khmer dalam periode lama dari abad ke-9 sampai abad ke-15 Masehi. Puingnya terletak di hutan dan tanah perladangan di utara Danau Besar Tonle Sap, dekat Siem Reap, Kamboja sekarang ini, dan merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO. Kuil-kuil di Angkor Wat, sekarang sebagian besar telah dipugar, merupakan bagian dari contoh arsitektur Khmer.
Mesir Kuno
Peradaban Mesir Kuno berkembang selama kurang lebih tiga setengah abad. Dimulai dengan unifikasi awal kelompok-kelompok yang ada di Lembah Nil sekitar 3150 SM, peradaban ini secara tradisional dianggap berakhir pada sekitar 31 SM, sewaktu Kekaisaran Romawi awal menaklukkan dan menyerap wilayah Mesir Ptolemi sebagai bagian provinsi Romawi. Walaupun hal ini bukanlah pendudukan asing pertama terhadap Mesir, periode kekuasaan Romawi menimbulkan suatu perubahan politik dan agama secara bertahap di Lembah Nil, yang secara efektif menandai berakhirnya perkembangan peradaban independen Mesir.
Petra (Yordania) : stones structure carved into rocks
Petra adalah kota yang didirikan dengan memahat dinding-dinding batu di Yordania. Petra berasal dari bahasa Yunani yang berarti ‘batu’. Petra merupakan simbol teknik dan perlindungan.
Kata ini merujuk pada bangunan kotanya yang terbuat dari batu-batu di Wadi Araba, sebuah lembah bercadas di Yordania. Kota ini didirikan dengan menggali dan mengukir cadas setinggi 40 meter.
Petra merupakan ibukota kerajaan Nabatean. Didirikan pada 9 SM-40 M oleh Raja Aretas IV sebagai kota yang sulit untuk ditembus musuh dan aman dari bencana alam seperti badai pasir
Palmyra (Syria) : the bride of desert
Palmyra dulunya adalah kota penting di Syria, terletak di daerah oasis 215 km timur laut Damascus. Dahulu dikenal dgn nama Tadmor (bhs Arab). Kota ini dulu terletak dekat sumber mata air panas, Afga, dan merupakan tempat singgah ideal bagi para kelompok pengelana dari Iraq – Al-Sham (skrng Syria, Lebanon, Holy Land, Jordan). Lokasinya yg strategis membuat Palmyra menjadi kerajaan terkenal dan makmur pada jamannya abad 2 SM.
Pompeii (Italy) : buried by volcanoPompeii
Palenque (Mexico) : one of Mayan’s most exquisite cities
Palenque adalah kota peninggalan bersejarah suku Maya yg berlokasi di kaki gunung Tumbala, Chiapas, Mexico. Kota bersejarah ini tidak terlalu besar tetapi di dalamnya memiliki bangunan2 dengan arsitektur indah, patung2, ukir2an yg dibuat oleh suku Maya.
Vijayanagar (India)
Ephesus (Turkey) : one of the most important cities of early Christianity
Ephesus (Efes bhs Turkey), kota yg membentang sepanjang 3 km di bagian selatan kota Selcuk, provinsi Izmir, Turkey. Kota ini dulunya merupakan pusat perdagangan dan pusat agama Kristen sampai sekarang. Reruntuhan Ephesus merupakan salah satu obyek wisata favorit di Turkey.
Sanchi (India) : the best preserved group of Buddhist monuments
Sanchi merupakan komplek monument yg menandakan jaman keemasan Budha di masa Kerajaan Ashoka. Kalau jaman sekarang Sanchi sama dengan stupa, kuil, atau tempat kediaman para biksu. Monumen Sanchi berawal dr abad 3 SM sampai abad 12. Yang paling terkenal dr Sanchi adalah Stupa 1, yg dibangun oleh Raja Mauryan. Monumen ini berisi ukir2an yg bercerita ttg sejarah agama Budha.
Senin, 06 Desember 2010
irfan bachdim dan keberuntungan
Dalam seminggu ini saya dihibur oleh Irfan Bachdim dan tim nasional (timnas) sepakbola Indonesia dalam ajang Piala AFF. Timnas menggulung Malaysia 5-1 dan membantai Laos 6-0. Dan Irfan Bachdim punya peran penting dalam kemenangan itu. Di antara sekian cerita membosankan negeri ini, Irfan Bachdim dan timnas sepakbola ibarat obat penenang dan figur yang bisa melupakan sejenak kegelisahan bangsa ini atas krisis figur di negeri ini.
Irfan Bachdim adalah pemain indo keturunan Indonesia-Belanda yang lama tinggal di Belanda. Ia mendapatkan pendidikan sepakbola di negeri kincir angin itu. Sejak kecil ia punya mimpi bermain sepakbola di lapangan yang dijejali penonton yang mengelu-elukan namanya.
Sabtu (4/12) malam, mimpi itu menjadi kenyataan. Ia bermain di stadion terbesar di negeri ini yang disesaki sekitar 45 ribu penonton yang mengelu-elukan namanya sesaat setelah ia memasukkan gol keempat ke gawang Laos.
Ia punya segalanya: skill yang bagus, kecerdikan di lapangan, dan ganteng pula. Kini ia dipuji dan digilai, terutama oleh kaum hawa. Namanya dua kali menjadi trending topics di twitter.
Mungkin sebagian dari kita melihat bahwa melejitnya Irfan adalah sesuatu yang instan. Namun sebagian dari kita juga tak pernah tahu bagaimana ia banting–tulang untuk sampai pada posisi saat ini. Tahun lalu, ia dalam posisi limbung setelah klubnya yang bermain di Divisi I Liga Belanda menyatakan dirinya bangkrut.
Ia kemudian pindah ke klub yang bermain di Divisi II dan, karena sesuatu hal, ia harus rela turun lagi di klub Divisi III. Di klub divisi III inilah ia mulai berpikir untuk bermain sepakbola di Indonesia, khususnya ia ingin menjadi bagian dari timnas Indonesia. Ketika itu memang sedang bergulir wacana naturalisasi dari pengurus PSSI untuk menjaring pemain nasional dari warga keturunan atau warga negara asing.
Januari silam ia bertandang ke markas Persib Bandung dan Persija Jakarta untuk dapat bermain di salah satu klub besar tersebut. Namun kedua tim itu menolak lamaran Irfan dengan berbagai alasan, terutama adanya anggapan bahwa ia masih terlalu muda, lunak, serta belum layak bermain dalam kompetisi sekelas Indonesia Super League. Alfred Reidl pun belum mengijinkan Irfan masuk timnas karena pelatih timnas tersebut belum melihat kinerja Irfan di lapangan.
Pemuda 20 tahunan itupun kembali ke Belanda dengan tangan hampa. Ia pun bersedih. Selama beberapa bulan ia luntang-lantung di Belanda dalam keadaan tanpa klub.
Tujuh bulan kemudian, keberuntungan manyapa pemuda ini ketika ia dan teman-temannya yang juga indo diundang untuk bermain pada laga amal di Indonesia. Pertandingan ini sejalan dengan gagasan naturalisasi yang diajukan pengurus PSSI sebagai jalan keluar atas kebuntuan prestasi sepakbola kita. Bermain dalam tim Garuda Merah, Irfan Bachdim menunjukkan kinerja yang bagus dengan dua gol ke gawang tim Garuda Putih.
Permainannya yang memukau membuat Persema Malang melamarnya untuk menjadi bagian dari skuad inti tim asal Malang tersebut. Penampilannya yang trengginas dan cerdik selama bermain di Persema Malang rupanya memesona pelatih timnas Indonesia, Alfred Riedl. Dan cita-cita Irfan untuk masuk timnas Indonesia pun akhirnya dapat ia wujudkan.
Dari cerita ini, saya melihat bahwa melejitnya Irfan Bachdim bukanlah sesuatu yang instan. Ada mimpi, ada cita-cita, ada usaha tak kenal lelah, ada ketekunan, ada kesabaran di dalam proses itu. Skill, kecepatan, dan kecerdikan dia di lapangan ditempa oleh kerasnya latihan, yang hanya bisa terjadi ketika mimpi dan cita-cita terukir kuat dalam hatinya. Dan keberuntungan akhirnya melengkapi pemuda ini sehingga kini menjadi ikon baru sepakbola kita.
Buat saya, keberuntungan bukan sesuatu yang given atau datang tiba-tiba. Keberuntungan adalah sesuatu yang melekat hanya kepada orang yang mengundangnya. Dan orang yang mengundang keberuntungan adalah siapapun yang punya mimpi dan ketekunan dalam menggapai mimpi itu.
Semoga saya pun termasuk orang yang mengundang keberuntungan itu.
Irfan Bachdim adalah pemain indo keturunan Indonesia-Belanda yang lama tinggal di Belanda. Ia mendapatkan pendidikan sepakbola di negeri kincir angin itu. Sejak kecil ia punya mimpi bermain sepakbola di lapangan yang dijejali penonton yang mengelu-elukan namanya.
Sabtu (4/12) malam, mimpi itu menjadi kenyataan. Ia bermain di stadion terbesar di negeri ini yang disesaki sekitar 45 ribu penonton yang mengelu-elukan namanya sesaat setelah ia memasukkan gol keempat ke gawang Laos.
Ia punya segalanya: skill yang bagus, kecerdikan di lapangan, dan ganteng pula. Kini ia dipuji dan digilai, terutama oleh kaum hawa. Namanya dua kali menjadi trending topics di twitter.
Mungkin sebagian dari kita melihat bahwa melejitnya Irfan adalah sesuatu yang instan. Namun sebagian dari kita juga tak pernah tahu bagaimana ia banting–tulang untuk sampai pada posisi saat ini. Tahun lalu, ia dalam posisi limbung setelah klubnya yang bermain di Divisi I Liga Belanda menyatakan dirinya bangkrut.
Ia kemudian pindah ke klub yang bermain di Divisi II dan, karena sesuatu hal, ia harus rela turun lagi di klub Divisi III. Di klub divisi III inilah ia mulai berpikir untuk bermain sepakbola di Indonesia, khususnya ia ingin menjadi bagian dari timnas Indonesia. Ketika itu memang sedang bergulir wacana naturalisasi dari pengurus PSSI untuk menjaring pemain nasional dari warga keturunan atau warga negara asing.
Januari silam ia bertandang ke markas Persib Bandung dan Persija Jakarta untuk dapat bermain di salah satu klub besar tersebut. Namun kedua tim itu menolak lamaran Irfan dengan berbagai alasan, terutama adanya anggapan bahwa ia masih terlalu muda, lunak, serta belum layak bermain dalam kompetisi sekelas Indonesia Super League. Alfred Reidl pun belum mengijinkan Irfan masuk timnas karena pelatih timnas tersebut belum melihat kinerja Irfan di lapangan.
Pemuda 20 tahunan itupun kembali ke Belanda dengan tangan hampa. Ia pun bersedih. Selama beberapa bulan ia luntang-lantung di Belanda dalam keadaan tanpa klub.
Tujuh bulan kemudian, keberuntungan manyapa pemuda ini ketika ia dan teman-temannya yang juga indo diundang untuk bermain pada laga amal di Indonesia. Pertandingan ini sejalan dengan gagasan naturalisasi yang diajukan pengurus PSSI sebagai jalan keluar atas kebuntuan prestasi sepakbola kita. Bermain dalam tim Garuda Merah, Irfan Bachdim menunjukkan kinerja yang bagus dengan dua gol ke gawang tim Garuda Putih.
Permainannya yang memukau membuat Persema Malang melamarnya untuk menjadi bagian dari skuad inti tim asal Malang tersebut. Penampilannya yang trengginas dan cerdik selama bermain di Persema Malang rupanya memesona pelatih timnas Indonesia, Alfred Riedl. Dan cita-cita Irfan untuk masuk timnas Indonesia pun akhirnya dapat ia wujudkan.
Dari cerita ini, saya melihat bahwa melejitnya Irfan Bachdim bukanlah sesuatu yang instan. Ada mimpi, ada cita-cita, ada usaha tak kenal lelah, ada ketekunan, ada kesabaran di dalam proses itu. Skill, kecepatan, dan kecerdikan dia di lapangan ditempa oleh kerasnya latihan, yang hanya bisa terjadi ketika mimpi dan cita-cita terukir kuat dalam hatinya. Dan keberuntungan akhirnya melengkapi pemuda ini sehingga kini menjadi ikon baru sepakbola kita.
Buat saya, keberuntungan bukan sesuatu yang given atau datang tiba-tiba. Keberuntungan adalah sesuatu yang melekat hanya kepada orang yang mengundangnya. Dan orang yang mengundang keberuntungan adalah siapapun yang punya mimpi dan ketekunan dalam menggapai mimpi itu.
Semoga saya pun termasuk orang yang mengundang keberuntungan itu.
Langganan:
Postingan (Atom)



